Tanggal 25 Juni 2000 bertepatan dengan dihari tahunnya yang ke-26, Fernando Mewengkang tiba di Seoul Korea untuk memulai pelayanan penanaman gereja. Dengan didampingi mentornya, pastor Caleb Supratman dari IFGF Tokyo, Jepang, pastor Nando bertemu dengan Pastor In Myung-Jin, senior pastor Galilee Church, Korea. Rencana pelayanan diantara orang Indonesia ini disambut baik oleh pastor In Myung Jin dan seluruh majelisnya. Galilee Church Korea saat itu sudah dikenal sebagai perintis dalam pelayanan orang asing dan pastor In Myung-Jin adalah seorang pejuang hak asasi yang sangat populer sebelum mengabdikan dirinya melayani Tuhan secara full time.
Membangun pelayanan baru di daerah yang sama sekali masih asing tidaklah mudah. Selama dua bulan Pastor Nando tidak bertemu dengan orang Indonesia satupun yang bisa diajak ke gereja. Pada bulan September 2000, Pastor Nando menolong tiga orang yang tertimpa kesusahan untuk tinggal bersamanya. Mereka bekerja sebagai buruh pabrik di Korea dan tidak mempunyai tempat tinggal. Merekalah yang kemudian menjadi anggota jemaat mula-mula sehingga ibadah perdana dimulai.
Setelah bergumul melewati masa-masa sulit, akhirnya Pastor Nando membangun suatu Gereja Indonesia yang berkembang sangat cepat. Pertumbuhan segnifikan terjadi, sehingga dari 7 orang bertumbuh menjadi 150 orang pada tahun berikutnya. Jiwa-jiwa baru terus berdatangan, pertobatan dan kelahiran baru terus bertambah dan kebangunan rohani terjadi sehingga pada tahun 2002 gereja telah berkembang menjadi 500 jiwa. Hampir seluruh anggota jemaat saat itu adalah buruh migran yang bekerja di bidang industri. Api pelayanan yang diterima oleh Pastor Nando ketika berada di IFGF Jepang di bawah penggembalaan Pastor Caleb dipadukan oleh pelayanan misi yang penuh dedikasi dari Galilee Church dibawah penggembalaan Pastor In Myung-Jin membuahkan suatu pelayanan yang sangat unik.